Marketing Insigth

Marketing Insigth

Daily Marketing Insight #002 – Perhatian Yang Diperebutkan

Perhatian Yang Diperebutkan Dunia tidak kekurangan produk. Dunia tidak kekurangan jasa. Yang mulai langka adalah perhatian. Herbert A. Simon pernah berkata, “A wealth of information creates a poverty of attention.” Semakin banyak informasi beredar. Semakin sulit manusia memberikan perhatiannya. Banyak bisnis gagal bukan karena produknya buruk. Tetapi karena tidak pernah berhasil mendapatkan perhatian. Marketing selalu dimulai dari perhatian. Namun perhatian bukan untuk diperebutkan dengan sensasi. Melainkan diperoleh melalui manfaat. Seth Godin mengatakan, “Marketing is no longer about the stuff that you make, but about the stories you tell.” Orang boleh berhenti karena judul. Tetapi mereka akan bertahan karena nilai. Perhatian membuka sebuah percakapan. Kepercayaan melahirkan sebuah hubungan. Dan hubungan melahirkan sebuah transaksi. Jangan terlalu sibuk mencari perhatian. Hingga lupa menjadi layak untuk diperhatikan. “Marketing bukan tentang menjadi yang paling ramai. Marketing adalah menjadi yang paling layak untuk diperhatikan.” Baca Selengkapnya : https://ryanfirmansyah.my.id/insight-meta-ads

Marketing Insigth

Daily Marketing Insight #001

Semua Orang Sedang Menjual “The aim of marketing is to know and understand the customer so well the product or service fits him and sells itself.”— Peter Drucker Banyak orang… berpikir… marketing… hanya milik pebisnis. Hanya milik… sales… advertiser… atau content creator. Padahal… sejak bangun tidur… setiap orang… sedang melakukan marketing. Seorang anak… membujuk orang tuanya… agar diizinkan pergi bersama teman. Ia sedang menjual… sebuah alasan. Seorang guru… berusaha membuat muridnya mencintai pelajaran. Ia sedang menjual… makna dari ilmu. Seorang pemimpin… meyakinkan timnya… untuk tetap bertahan… di tengah tantangan. Ia sedang menjual… harapan. Seorang pelamar kerja… berusaha meyakinkan perusahaan… bahwa dirinya layak dipilih. Ia sedang menjual… nilai dirinya. Bahkan… ketika kita memperkenalkan diri… kepada orang baru… kita sedang membangun… kesan pertama. Dan kesan pertama… adalah bagian dari marketing. Karena… marketing bukan sekadar… menawarkan produk. Marketing… adalah proses… membangun persepsi. Masalahnya… banyak orang… sibuk belajar… cara berbicara. Tetapi lupa belajar… cara mendengar. Padahal… orang tidak membeli… karena presentasi yang panjang. Orang membeli… karena merasa… “Dia mengerti saya.” Sebelum seseorang… percaya pada solusi… ia ingin yakin… bahwa masalahnya benar-benar dipahami. Itulah sebabnya… pertanyaan… sering kali… lebih berharga… daripada jawaban. Semakin dalam… kita memahami manusia… semakin sedikit… kita perlu memaksa. Karena solusi yang tepat… akan terasa… lebih meyakinkan… daripada seribu kata-kata promosi. Marketing yang buruk… berusaha mengejar transaksi. Marketing yang baik… membangun hubungan. Marketing yang hebat… membangun kepercayaan. Dan kepercayaan… tidak lahir… dari satu iklan. Ia tumbuh… dari kejujuran. Dari konsistensi. Dari manfaat… yang terus dirasakan. Teknologi… boleh berubah. Platform… boleh berganti. Algoritma… boleh diperbarui. Tetapi… sifat manusia… tetap sama. Manusia… ingin dipahami. Ingin dihargai. Ingin dibantu… menyelesaikan masalahnya. Karena itu… sebelum belajar… cara menjual… belajarlah… cara memahami manusia. Sebab… produk bisa ditiru. Harga bisa disamai. Fitur bisa disalin. Tetapi… kepercayaan… adalah sesuatu… yang tidak bisa dicuri. “Pada akhirnya… marketing bukan tentang siapa yang paling pandai berbicara. Marketing adalah tentang siapa yang paling mampu memahami manusia.” Baca Selengkapnya : https://ryanfirmansyah.my.id/insight-meta-ads/

Scroll to Top